Barangkali ada beberapa anak, calon istri, calon suami bahkan calon ibu yang tidak begitu memperhatikan, bahwa seorang Ibu rela mengorbankan hidupnya agar sang anak dapat tumbuh sehat dan bahagia. Mulai dari saat mengandung, melahirkan, hingga merawat anaknya sampai tumbuh dewasa. Kamu tau, itu tidak mudah.
Menjadi seorang Ibu itu mau tidak mau harus siap menyingkirkan banyak hal, keegoisan, kebebasan dan juga waktu untuk dirinya demi keutuhan dan kebahagiaan anggota keluarga. Kalo ada makanan, yang diutamakan yah anak dan suami dulu, baru dirinya. Kalo ada uang, yang dipikirkan yah keluarga dulu, dirinya belakangan. Kalo mo beli baju, pasti anak yang didahulukan.
Begitulah sedikit gambaran yang pernah saya lihat pada Ibu saya.
Pengorbanan dan kasih sayang seorang Ibu, justru baru diketahui lebih dalam ketika saya telah resmi menjadi Orangtua (kita tidak akan benar-benar tau yang sesungguhnya sampai kita sendiri berada di dalamnya).
Banyak Ibu yang rela melepas pekerjaan dan memilih untuk mengais rejeki dari rumah agar tetap bisa mengawasi dan merawat sendiri anak-anaknya.
Kegigihan untuk ikut membantu memperbaiki ekonomi keluarga telah membuat seorang Ibu menjelma menjadi seorang super women atau wanita tersibuk, sekaligus menjadi yang paling lelah karena tidak ada yang membantu mengurus keluarga sementara di waktu bersamaan beliau juga harus ikut membantu mencari nafkah.
Walau kesehatan fisik atau mental terkadang tidak bisa dikompromikan, tapi seorang Ibu selalu terus berjuang dan berharap agar semuanya bisa berjalan dengan baik.
Taukah kamu, rasa lelah itu seringkali hanya tersimpan saja di dalam hatinya. Namun, demi seulas senyum dari sang buah hati, Ibu tak pernah hirau untuk menyerah, apalagi sampai berharap untuk menerima sebuah tanda balas jasa dari anak-anaknya.
"Mother give up so much so that their children can have so much."
• Selamat Hari Ibu•

0 comments:
Post a Comment