Kenapa aku harus iri melihat wanita lain mengoleksi setiap jengkal dunia sebagai ajang berbangga-bangga? Aku sudah cukup tertampar, melihat wanita di pojok sana yang hari-harinya habis menelaah kitab ulama. Berdiam indah di balik dinding rumah, rambut memutih seiring ilmunya yang bertambah.
Cukup. Aku sudah cukup terhina atas nisbatku yang terbengkalai bersama gerakku yang lalai.
-Anonim-

0 comments:
Post a Comment